Thursday, October 19, 2023

 

Aksi Nyata “Mengapa Kurikulum Perlu Berubah”

Dalam dunia pendidikan adanya kurikulum sangatlah penting. Arah dan tujuan pendidikan diatur di dalam kurikulum sehingga dalam merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran guru akan berpatokan pada kurikulum yang dipakai di satuan pendidikannya.

Apa itu Kurikulum?

Kurikulum merupakan panduan pembelajaran pada satuan pendidikan dimana dapat dimaknai sebagai titik awal sampai titik akhir dari pengalaman belajar peserta didik. Kurikulum itu kompleks dan multi dimensi, kurikulum itu dapat diibaratkan sebagai jantung pendidikan.

Mengapa kurikulum harus diubah ?

Kurikulum merupakan pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran di satuan pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu sehingga sudah semestinya menyesuaikan dengan kebutuhan peserta didik dan perkembangan zaman. Kurikulum yang baik adalah Kurikulum yang sesuai dengan zamannya, dan terus dikembangakan atau diadaptasi sesuai dengan konteks dan karaktersistik peserta didik demi membangun kompetensi sesuai dengan kebutuhan mereka kini dan masa depan.

Mengapa kurikulum harus berubah ?

Kurikulum harus selalu berubah agar sesuai dengan perkembangan zaman, Selain itu kurikulum juga harus mempertimbangkan kebutuhan belajar murid.

1. Dinamis

Kurikulum harus relevan sesuai dengan perubahan dan perkembangan zaman.

2. Kebutuhan Belajar

Kurikulum harus memenuhi kebutuhan belajar peserta didik sesuai konteks situasi dan kondisi saat ini maupun berkelanjutan.

3. Adaptif

Kurikulum harus mampu membekali generasi/peserta didik agar dapat menghadapi perubahan transformasi budaya serta globalisasi.

4. Visioner

Kurikulum harus mampu mempersiapkan generasi masa depan yang visioner dan mampu bertumpu pada kaki sendiri.

Itulah mengapa kurikulum juga harus berubah, agar kita dapat menyiapkan generasi yang akan datang yang visioner dan mampu memandang ke depan.

Lantas, Apa Tujuan Kurikulum?

1. Membangun kompetensi sesuai masa kini dan masa mendatang.

2. Membangun pembelajaran yang bermakna bagi peserta didik dan menjadikan peserta didik pembelajar sepanjang hayat.

3. Membangun generasi yang adaptif dan berkarakter profil pelajar pancasila.

4. Membangun generasi yang visioner, kreatif, mandiri, dan merdeka.

Lalu, seperti apa Kurikulum yang baik?

- Kurikulum yang sesuai pada zamannya.

- Kurikulum yang tidak mengekang dan memaksa semua civitas akademika.

- Kurikulum yang terus dikembangkan atau diadaptasi sesuai dengan konteks dan karaktersistik peserta didik demi membangun kompetensi sesuai dengan kebutuhan mereka kini dan masa depan.

Bagaimana untuk mewujudkannya?

Seluruh komponen masyarakat yaitu peran orang tua, masyarakat dan sekolah harus menempatkan kebutuhan, pendapat, pengalaman, hasil belajar serta kepentingan peserta didik sebagai pengembangan Kurikulum karena Kurikulum dirancang untuk kebutuhan peserta didik.

Jadi, apa kurikulum yang tepat saat ini?

Kurikulum Merdeka yang menekankan pembelajaran intrakurikuler beragam dimana konten akan lebih optimal agar peserta didik memiliki cukup waktu untuk mendalami konsep dan menguatkan kompetensi.

Bagaimana dengan tipe pembelajaran dalam Kurikulum Merdeka?

1.Pembelajaran intrakurikuler yang dilakukan secara terdiferensiasi sehingga peserta didik memiliki cukup waktu untuk mendalami konsep dan menguatkan kompetensi.

2.Pembelajaran kokurikuler berupa projek penguatan Profil Pelajar Pancasila, berprinsip pembelajaran interdisipliner yang berorientasi pada pengembangan karakter dan kompetensi umum.

3. Pembelajaran ekstrakurikuler dilaksanakan sesuai dengan minat murid dan sumber daya satuan pendidik.

Bagaimana dengan ciri khas Kurikulum Merdeka yang membedakannya dengan Kurikulum 2013?

1. Sistem Pembelajaran berbasis projek untuk pengembangan soft skills dan karakter murid sesuai profil pelajar Pancasila.

2. Fokus pada materi esensial sehingga murid memiliki waktu yang banyak untuk pembelajaran yang mendalam bagi kompetensi dasar seperti literasi dan numerasi.

3. Guru lebih leluasa untuk melakukan pembelajaran yang terdiferensiasi sesuai dengan kemampuan peserta didik dan melakukan penyesuaian dengan konteks dan muatan lokal.

Jadi, apa saja keunggulan Kurikulum Merdeka?

1.Materi Pembelajaran lebih sederhana dan fokus pada materi esensial, sehingga murid dapat belajar lebih mendalam tanpa harus takut dikejar waktu dan bebas memilih sumber ajar yang lebih variatif.

2.Guru memiliki kebebasan untuk mengajar sesuai tahap dan perkembangan murid . Selain itu sekolah juga memiliki wewenang untuk mengembangkan kurikulum sesuai dengan karakteristik satuan pendidikan dan peserta didik.

3. Sistem pembelajaran menjadi lebih interaktif melalui kegiatan project, bertujuan agar murid menjadi lebih aktif dan dapat mengeksplor isu-isu yang terjadi.

TERIMA KASIH

Salam Semangat dan Bahagia

Mohon bantuan Bapak/Ibu untuk mengisi form di link di bawah ini sebagai umpan balik tentang “Mengapa Kurikulum Perlu Berubah”

https://forms.gle/7MP4dGyPpBGoamsL7 

Terima kasih 

Thursday, September 1, 2022

AKSI NYATA MODUL 1.4 BUDAYA POSITIF

AKSI NYATA MODUL 1.4 BUDAYA POSITIF 
MENANAMKAN NILAI -NILAI KEBAJIKAN UNIVERSAL MELALUI PEMBENTUKAN KEYAKINAN KELAS SEBAGAI BUDAYA POSITIF 

DEBY YULIANTI (GURU SDN LEUWIGAJAH 5)
CGP ANGKATAN 5 KOTA CIMAHI



1.1. LATAR BELAKANG 
        Pada zaman globalisasi dan revolusi industri 4.0 saat ini, kita dihadapkan akan tantangan krisis karakter anak dimana mereka adalah generasi penerus bangsa yang sangat dibutuhkan oleh bangsa ini di masa mendatang. Dengan berkembang pesatnya teknologi informasi dan komunikasi menambah pelik permasalahan pada krisis karakter tersebut sehingga hal ini perlu diwaspadai dengan cara memperkuat penguatan karakter anak melalui budaya positif. 
       Budaya positif di sekolah merupakan nilai-nilai, keyakinan dan asumsi dasar yang tumbuh dan berkembang sesuai dengan nilai-nilai yang dianut dan diyakini di sekolah. Budaya positif tersebut berisi kebiasaan-kebiasaan yang sudah disepakati bersama dan dijalankan dalam jangka waktu lama dengan memperhatikan kodrat anak yakni kodrat alam dan kodrat zaman serta keberpihakan pada anak. Pembiasaan budaya positif di sekolah dengan membuat keyakinan kelas diharapkan murid dapat tumbuh dan berkembang sesuai dengan nilai-nilai kebajikan yang telah diyakini dan disepakati bersama. 
      Upaya dalam menanamkan budaya positif di sekolah, guru memiliki peran strategis yaitu posisi kontrol guru sebagai seorang “Among” manajer dalam penerapannya. Guru juga berperan sebagai motivator, inspirator, dan fasilitator dalam menumbuhkan serta membangun budaya positif sehingga nantinya guru akan menjadi “Ing ngarso sung tulodho” dan menjadi agen transformasi perubahan untuk mewujudkan murid yang memiliki karakter profil pelajar Pancasila. Dalam menciptakan budaya positif, guru tentunya tidak bisa hanya berjalan sendiri namun harus bekerjasama dengan warga sekolah dalam hal ini kepala sekolah, rekan-rekan guru dan juga murid serta melibatkan orang tua dan masyarakat sekitar. Adanya kolaborasi antara pihak sekolah dengan masyarakat dalam menjalankan budaya positif dapat mewujudkan penguatan karakter murid sehingga murid meraih keselamatan dan kebahagiaan. 

1.2 DESKRIPSI AKSI NYATA 
 TUJUAN 
a. Membangun budaya positif dengan keyakinan kelas. 
b. Menumbuhkan nilai-nilai profil pelajar Pancasila pada murid dalam kegiatan pembelajaran.

 TOLAK UKUR 
a. Murid mampu membuat keyakinan kelas sesuai nilai-nilai profil pelajar Pancasila. 
b. Murid mampu menjalankan keyakinan kelas yang telah dibuat. 

 LINIMASA TINDAKAN YANG AKAN DILAKUKAN 
        Adapun rincian dari tindakan aksi nyata yang dilakukan adalah: 
• MINGGU I Meminta izin dan dukungan kepada kepala sekolah terkait aksi nyata yang akan dilakukan • MINGGU II Mensosialisasikan kepada rekan-rekan guru dan murid tentang kegiatan aksi nyata.
• MINGGU III Membimbing dan memfasilitasi murid dalam penerapan aksi nyata dalam pembuatan. keyakinan kelas.
• MINGGU IV Menumbuhkan kebiasaan-kebiasaan dalam aksi nyata menjadi pembiasaan budaya positif di sekolah. 

 DUKUNGAN YANG DIBUTUHKAN 
        Untuk kelancaran dari tindakan aksi nyata yang dilakukan terkait penerapan nilai-nilai keyakinan kelas yang disepakati bersama berupa nilaii saling menyayangi dan peduli, saling menghargai dan menghormati, saling menjaga kebersihan dan kesehatan, saling membiasakan 5 S, selalu semangat belajar dan bertanggung jawab sebagai bentuk budaya positif di kelas dan di sekolah tentunya membutuhkan dukungan dari berbagai pihak yaitu kepala sekolah, rekan-rekan guru, murid, dan orang tua serta sarana dan prasarana sekolah. 

1.3 HASIL AKSI NYATA Adapun hasil aksi nyata dari kegiatan tersebut adalah: 
a. Murid secara sadar membuat keyakinan kelas. 
b. Murid termotivasi menerapkan perilaku dan pembiasaan yang berdasarkan kepada nilai-nilai keyakinan kelas. 
c. Murid membudayakan disiplin positif bukan hanya di sekolah tetapi juga di rumah. 

1.4 KEGAGALAN DAN KEBERHASILAN 
 KEGAGALAN 
     Masih ditemukan beberapa murid yang belum tergerak sendiri atau masih memerlukan motivasi ekstrinsik dalam melakukan pembiasaan-pembiasaan pada kegiatan aksi nyata. 
 KEBERHASILAN 
    Mampu menumbuhkan perilaku atas keyakinan akan nilai-nilai kebajikan universal pada murid sehingga menjadi sebuah pembiasaan dan akhirnya menjadi budaya positif bukan hanya di lingkungan sekolah tetapi juga di lingkungan rumah dan masyarakat. 

1.5 RENCANA PERBAIKAN DI MASA MENDATANG 
        Secara berkelanjutan akan berkolaborasi dengan warga sekolah dan berupaya menggerakkan rekan-rekan guru untuk dapat menerapkan budaya positif melalui keyakinan kelas dan posisi kontrol “Among” manajer yang diharapkan agar menumbuhkan motivasi intrinsik murid sehingga terwujudnya budaya positif di sekolah.

Wednesday, January 13, 2021

Workshop Online SAGUSABLOG (Satu Guru Satu Blog)




SAGUSABLOG merupakan singkatan dari Satu Guru Satu Blog dimana salah satu pelatihan atau workshop bagi guru dalam pembuatan media pembelajaran berbasis blog, pelatihan ini bagi guru yang tergabung dalam anggota IGI (Ikatan Guru Indonesia) Workshop Online (SAGUSABLOG) yang diselenggarakan oleh Ikatan Guru Indonesia (IGI) menghasilkan sebuah karya guru dalam bentuk blog. Workshop online ini diselenggarakan secara online penuh,serta didukung oleh aplikasi Telegram sebagai media komunikasi workshop antara peserta dengan pembimbing dimana pendampingan dilakukan dengan sabar, komunikatif, dan telaten.

RPP Matematika Kelas 6 Semester 1


Berikut Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Matematika Kelas 6 Semester 1, silahkan dilihat di bawah ini : 

Bahan Ajar Matematika Kelas 6 Semester 1


Berikut Bahan Ajar Matematika Kelas 6 Semester 1, silahkan dapat dilihat di bawah ini : 

Tuesday, January 12, 2021

Monday, January 11, 2021

Materi BDR


Surat Edaran Mendikbud No
mor 4 tahun 2020 yang diperkuat dengan SE Sekjen Nomor 15 tahun 2020 tentang Pedoman Pelaksanaan BDR selama darurat Covid19disebutkan tujuan pelaksanaan Belajar Dari Rumah (BDR) adalah memastikan pemenuhan hak peserta didik untuk mendapatkan layanan pendidikan selama darurat Covid-19, melindungi warga satuan pendidikan dari dampak buruk Covid-19, mencegah penyebaran dan penularan Covid-19 di satuan pendidikan serta memastikan pemenuhan dukungan psikososial bagi pendidik, peserta didik, dan orang tua.